Alih-alih Udara Segar, CFD Kali Ciperawan di Perbatasan 3 Kecamatan Justru Jadi Ancaman Keselamatan

Terkini 26 Oct 2026 16:37 • 2 min read • 15 views • By Anto

Share berita ini

Alih-alih Udara Segar, CFD Kali Ciperawan di Perbatasan 3 Kecamatan Justru Jadi Ancaman Keselamatan
Alih-alih Udara Segar, CFD Kali Ciperawan di Perbatasan 3 Kecamatan Justru Jadi Ancaman Keselamatan

IwoiIndramayu-  Program Car Free Day yang semestinya menjadi ruang terbuka publik yang aman, nyaman, dan bebas dari polusi kendaraan bermotor, justru menuai sorotan tajam dari masyarakat di wilayah barat Kabupaten Indramayu.


Fenomena kontras ini terlihat nyata di kawasan Jembatan Kali Ciperawan, titik strategis penghubung tiga kecamatan sekaligus: Kecamatan Bongas, Kandanghaur, dan Gabuswetan. Alih-alih menikmati udara segar pagi hari tanpa deru knalpot, publik disuguhkan realitas yang jauh panggang dari api.


Sindiran bernada satir pun mencuat luas di tengah warga. Istilah CFD yang semestinya bermakna Car Free Day, diplesetkan secara getir menjadi "Colesterol Free Day" alias Hari Bebas Kolesterol. Sebutan ini lahir bukan tanpa alasan; kawasan jembatan perbatasan tersebut justru berubah menjadi arena pasar kaget yang padat kuliner berlemak, tanpa adanya penutupan jalan yang tegas dari pihak terkait.


Kondisi semrawut ini memicu keluhan langsung dari para pengunjung. Saat ditemui oleh jurnalis Rajawalinusantaratv.id di lokasi, salah seorang pengunjung bernama Dian mengungkapkan kekecewaannya melihat konsep acara yang dinilainya melenceng jauh dari tujuan awal.


"Acara katanya CFD, tapi artinya malah beda di lapangan. Mobil masih leluasa lewat, motor juga berseliweran ke sana kemari. Padahal di sini banyak anak kecil yang diajak orang tuanya jalan pagi. Ini sangat berisiko dan membahayakan keselamatan," tegas Dian kepada jurnalis Rajawalinusantaratv.id di lokasi.


Ketiadaan sterilisasi jalur dan minimnya pengawasan petugas di lapangan menjadikan kawasan jembatan sempit tersebut bak bom waktu yang mengancam keselamatan pejalan kaki, khususnya anak-anak balita.


Pengawasan serta ketegasan regulasi dari pemangku kebijakan di tiga wilayah kecamatan maupun dinas terkait di Kabupaten Indramayu kini dituntut secara nyata. Publik menanti langkah konkret: apakah Jembatan Kali Ciperawan akan ditata dengan pengamanan ketat layaknya ruang publik resmi, atau dibiarkan berjalan liar tanpa aturan hingga timbul korban kecelakaan?.***

Komentar (0)

Belum ada komentar.

IWOI Indramayu